SAAT LELAKI DAN PEREMPUAN BERDUAAN, MAKA YANG KETIGANYA BUKAN SETAN

00.30.00

Sumber Foto : hargo.co.id

Tidak terasa semester dua baru saja berlalu setengahnya, banyak hal menarik yang terjadi selama saya menjalani program pasca sarjana di UIN Alauddin Makassar sejak Januari lalu. Bertemu dan menjadi akrab dengan beberapa orang dengan pola pikir yang berbeda-beda, ide cemerlang bertebaran dimana-mana. Meskipun cenderung menjadi penikmat gagasan orang lain, kali ini saya sama sekali tidak keberatan.

Seperti gagasan teman saya yang satu ini, jika jargon yang telah lama kita dengar untuk menandai betapa riskannya khalwat atau berdua-duaan dengan orang yang bukan mahrom “Jika lelaki dan perempuan berduaan, maka yang ketiganya adalah setan”. Maka teman saya menuangkan pemikiran yang berbeda tentang itu.

Sudah menjadi kebiasaan kami, tepat setelah jam pelajaran usai, sebelum kami meninggalkan kelas, berkumpul dan memperbincangkan apa yang baru saja kami diskusikan dalam kelas, entah karena merasa ada yang belum kelar atau hanya sekedar ingin membahasnya kembali dan menambah beberapa lelucon sebagai pemanis.

Kami sebenarnya tidak membahas tentang khalwat ketika itu, justru perbedaan penafsiran dan seputar hal-hal yang aktual, tapi salah satu teman saya tiba-tiba berkata “Saya sebenarnya kurang sepakat dengan orang-orang yang mengatakan, jika lelaki dan perempuan berdua-duaan maka yang ketiganya adalah setan, lalu dimana Tuhan? Yang bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita?” katanya.

Dia diam sejenak, mungkin membiarkan kami menanggapi celetukannya. Dia mamang benar, bukankah Tuhan teramat dekat dengan kita, dan semua hal yang kita lakukan tidak luput dari pengetahuanNya?!

Lalu ia melanjutkan “Ini hanya opini pribadi saya, jadi jangan coba-coba kalau iman kalian tidak kuat, saya berani mengatakan demikian karena tau tolak ukur keimanan saya, hahaha.”

Tapi kembali lagi, jika kalian masih belum yakin dengan kualitas keimanan dan keyakinan kalian, menghindari adalah sebaik-baiknya cara untuk meminimalisir kesalahan. Hindari berdua-duaan, hahaha.

Yah.. Semua hal akan dikembalikan pada pribadi masing-masing, sebagai pemegang kendali dan pelakon yang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setidaknya begitulah hakekat kehidupan setiap individu.

Karena tak ada manusia yang sempurna, maka berusaha menjadi lebih baik tanpa dihakimi karena masa lalu adalah salah satu cara mengapresiasi orang-orang di sekitar kita.

Ditempatkan dilingkungan yang baik memang menyenangkan, tapi dimana dan bagaimana lingkungan kita, tak bisa sepenuhnya sesuai ketentuan kita, tapi menjadikan lingkungan kita baik merupakan perkara yang tak mudah dan tentu saja nilainya lebih.

Thanks for reading!


You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook